Postingan

Look what technology has done to me….

Gambar
Saat bulan ramadhan seperti ini hal yang paling sering aku lakukan adalah beres-beres rumah, apalagi sekarang aku punya banyak waktu senggang karena sekolah sudah selesai dan juga belum harus masuk kantor karena belum diwisuda. Jadi kalau sedang tidak bermain-main dengan keponakan-keponakanku kesibukanku adalah memasak dan membereskan rumah. Hari ini jadwal membereskan dapur, tumpukan koran-koran bekas dan berbagai peralatan rumah tangga yang sudah rusak dan tidak terpakai sangat mengganggu pemandangan. Heran juga kenapa dulu mama suka sekali membeli barang pecah belah, dua lemari besar di dapur bahkan tidak cukup menampung koleksi piring dan gelas serta sendok mama yang bahkan diantaranya hampir belum pernah dipakai. Dulu  aku pernah bertanya kenapa mama beli piring dan gelas banyak-banyak, kan kita orangnya cuma sedikit? jawab mamaku “ biar kalo ada acara di rumah kita tidak perlu lagi meminjam ke tetangga” . Oh… ya sudahlah aku manggut-manggut saja.

Apakah kita sedang memandang bulan purnama yang sama?

Gambar
 Biasanya aku menghabiskan malam minggu atau malam-malam lainnya  di kamar kos yang sempit, bergelut dengan buku-buku yang berserakan dan tangan tak lepas menggenggam mouse, sambil mata menatap layar laptop. Tapi berhubung ujian proposal tesis telah berhasil aku lewatkan dengan hasil cukup memuaskan -karena aku mendapat nilai baik dari ke empat penguji- ingin rasanya aku merayakan lepasnya beban sementara ini.Aku mengajak kedua teman kosku untuk makan di tempat yang spesial malam itu, tidak di warteg atau nasi penyet langganan dekat kosan.

Dia yang tak terganti...

Tidak ada seorang manusiapun di dunia ini yang siap untuk dipisahkan oleh kematian dengan orang yang sangat dicintainya Apalagi jika kematian itu datang begitu mendadak, luka yang dtinggalkan akibat kepergiannya akan semakin berat. Menyaksikan artis Angelina Sondakh menangisi kematian suaminya Adjie Massaid hari ini mengusik luka yang selama 15 tahun ini tak pernah betul-betul mengering. Aku bukan fans kedua artis(atau politisi) tersebut, tidak pula mengenal siapa mereka, tetapi menyaksikan dari layar kaca kesedihan keluarga yang ditinggal pergi begitu mendadak membuat air mataku tumpah. Aku sangat mengerti dan sangat  mengenal rasa itu bertahun-tahun lalu. Bahkan lihatlah luka akibat kehilangan yang begitu mendadak itu masih mudah terusik hingga hari ini.

Di bangku panjang kami menanti...

Masa perkuliahan sudah selesai, tapi bukan berarti aku bisa menikmati liburan semester begitu saja. Proses bimbingan tesis mulai berjalan jadi aku masih harus bolak-balik kampus-kosan. Aku memutuskan menyelesaikan bimbingan sampai ujian proposal tesis selesai baru pulang kampung, karena biasanya kalau sudah di rumah dan bertemu dengan keponakan-keponakan yang lucu malas sekali rasanya untuk membuka-buka laptop dan menyelesaikan pekerjaanku. Tadinya Aku pikir tidak ada lagi tugas kuliah yang belum dikerjakan, semua sudah diselesaikan dan dikumpulkan tepat pada waktunya, tapi ternyata masih ada satu lagi tugas kelompok yang belum selesai. Masalahnya ternyata karena tidak semua teman mengerjakan tugas yang sudah dibagi, dan sepertinya teman-temanku itu juga tidak begitu peduli dengan tugas-tugas kuliah tersebut.Kecewa karena ini bukan pertama kalinya temanku (ada dua orang) berbuat seperti itu. Semester dua yang lalu pun kami sekelas nyaris tidak mendapat nilai karena mereka berdua belum ...

Resensi Novel :Ranah Tiga Warna

Gambar
Judul          : Ranah Tiga Warna Pengarang : A. Fuadi Penerbit     : Pt. Gramedia Halaman    : 473 halaman Harga        : Rp. 65.000,- I ni adalah buku ke dua dari novel trilogi karangan A. Fuadi, agak lama juga menunggu buku kedua ini terbit setelah buku pertamanya yang berjudul Negeri Lima Menara . Buku yang ke dua ini menceritakan tentang kehidupan Alif Fikri setelah menyelesaikan pendidikannya di Pondok Madani. Seting kejadian di buku ke dua ini di mulai dari Sumatera Barat, kemudian Bandung tempat Alif kuliah dan Kanada tempat alif mengikuti program pertukaran mahasiswa. Lulus dari Pondok Pesantren tidak menyurutkan niat Alif untuk meneruskan kuliah di perguruan tinggi negeri. Masalahnya yang pertama adalah dia tidak memiliki ijazah setingkat SMA, untuk itu Alif harus mengikuti ujian persamaan agar bisa mendapat ijazah SMA. Semua teman-temannya meragukan A...

Resensi Buku : Three Cups of Tea

Gambar
Judul          : Three cups of tea Pengarang : Greg Mortenson & David Oliver Relin Penerbit     : Mizan Halaman    : 629 halaman Harga        : Rp. 89.000,-  “…(Di Pakistan dan Afghanistan) kami minum tiga cangkir teh saat membicarakan bisnis; pada cangkir pertama engkau masih orang asing; cangkir kedua engkau teman, dan pada cangkir ketiga, engkau bergabung dengan keluarga kami. Sebuah keluarga yang siap untuk berbuat apa pun--bahkan untuk mati.”

How writing changes me

Bagaimana menulis dapat mengubahku, itulah yang akan kutuliskan kali ini. Awalnya aku tidak terlalu percaya diri untuk menulis tentang ini karena merasa belum banyak tulisan yang aku hasilkan, tapi siapa tahu tulisan ini juga dapat mempengaruhi dan memberi manfaat buat orang lain yang juga suka menulis. Seingatku aku sudah mulai menulis cerita sejak masih di bangku SD, waktu itu tulisan-tulisanku aku kumpulkan di sebuah buku tulis, temanya bermacam-macam, tentang mamaku  yang cantik, tentang guruku, dan tentang cita-citaku, aku juga bahkan pernah membuat sebuah fabel (cerita tentang hewan) tentang bebek peliharaan keluarga kami, dengan bahasa kanak-kanakku aku bercerita bagaimana keluarga bebek itu berebut cacing saat makan siang dan anak bebek yang bungsu tidak kebagian dan akhirnya menangis. Sayang aku lupa dimana sekarang buku itu berada, mungkin sudah ikut terjual bersama koran-koran bekas dan majalah ke tukang loak. Waktu SMP dan SMA aku sering menulis puisi selain juga mulai...