Postingan

Ramadhan adalah mama

Aku tak pernah melihat orang yang sangat gembira saat bulan Ramadhan tiba selain mamaku. Mamaku selalu menyambut datangnya bulan suci dengan cara yang spesial. Kesibukannya akan dimulai dari beberapa hari sebelum Ramadhan, mama dengan suka cita membersihkan rumah bahkan ke bagian-bagian yang jarang dibersihkan seperti gudang, mencuci semua gorden jendela dan mencuci stoples yang akan digunakan saat lebaran nanti. Semakin dekat hari pertama puasa, mama akan belanja ekstra banyak dan spesial dibanding hari -hari biasanya.

Musyawarah Buku

  Sekumpulan buku menghuni sebuah lemari kaca. Mereka terdiri dari beberapa jenis buku, rak paling bawah dihuni  buku bacaan, majalah anak–anak dan remaja juga komik yang sudah sangat usang karena usianya sudah puluhan tahun, rak ke dua dihuni buku-buku dan majalah agama, rak tengah atau rak ke tiga ditempati buku-buku dan majalah keterampilan yang masih baru, penghuni rak ke empat adalah buku-buku komputer, berbagai macam buku-buku bahasa pemrograman,  buku manajemen  dan majalah-majalah teknologi, rak paling atas atau rak ke lima berderet rapi novel-novel yang sengaja ditaruh di sana karena pemiliknya jarang sekali mengambil mereka kembali.

Semangkuk mie rebus menceritakan satu hal

Gambar
Cerita kali ini masih terjadi di pasar, entah kenapa banyak sekali hal-hal menarik yang terjadi dan bisa kuamati di pasar. Mungkin karena semua orang dengan beragam karakter terkumpul dalam satu tempat, sehingga menimbulkan banyak cerita.. Hari ini aku pergi ke tukang jahit untuk membuat kancing bungkus, yaitu kancing yang dilapisi dengan bahan kain untuk baju. Proses pengerjaannya menggunakan alat sederhana yang biasanya hanya dimiliki tukang jahit di pasar. Cukup banyak kancing yang akan kubuat, jadi sambil menunggu ibu-ibu pemilik los jahit mengerjakannya aku duduk di sudut losnya sambil memperhatikan orang lalu-lalang. Los ibu ini cukup ramai, ada orang yang mengobras kain, meneci atau hanya sekedar berbelanja peralatan menjahit. Kebetulan pula letak los ini berhadapan dengan warung kopi yang juga sangat ramai, mungkin karena sekarang adalah jam makan siang para sopir angkot dan tukang ojek di pasar itu. Dari tempat dudukku aku memperhatikan pelayan warung bolak-balik menyaji...

Mereka peduli...

Hari ini aku hampir pingsan di pasar, saat sedang menunggu penjual ikan membersihkan ikan yang kubeli tiba-tiba saja aku merasa sekelilingku menjadi kuning dan bergerak-gerak, rasa dingin menjalari tubuhku dan membuat kakiku mulai gemetar. Terhuyung aku mencari pegangan pada pinggiran meja penjual ikan di depanku.

Menari (bukan mengukir) di atas air

Pertama kalinya dalam semester ini aku diminta mengajar mata kuliah Biostatistika pada sebuah akademi kesehatan, semua persiapan sudah aku lakukan, membaca kembali materi-materi yang akan diajarkan, membuat slide presentasi yang menarik dan tak lupa juga membuat beberapa soal latihan, karena mata kuliah ini nanti akan banyak menggunakan rumus-rumus hitungan. Rasanya sudah cukup persiapan yang kulakukan untuk mengajarkan mata kuliah ini, apalagi ini adalah salah satu mata kuliah favoritku dulu. Hari pertama kuliah aku harus bersaing jangan sampai kalah dengan rasa kantuk yang menyerang mahasiswa, maklumlah aku mengajar mulai jam 2 siang, setelah perut terisi penuh dengan makan siang. Aku sudah mengantisipasi masalah jam mengantuk ini dengan menampilkan animasi-animasi lucu pada slide presentasiku, dan menyelipkan sedikit humor disana sini, biasanya mahasiswa jarang tertawa karena humorku seringkali garing dan tidak lucu, tapi tak mengapa paling tidak mereka urung mengantuk dan kem...

Antara menghargai dan memberi harga sebuah karya

Gambar
Sudah hampir satu bulan ini aku secara otodidak mempelajari seni membuat bunga dari kain yaitu hana kanzashi. Sesuai namanya hana kanzashi berasal dari negara jepang. Bahan dasar hana ( dalam bahasa Jepang artinya bunga) kanzashi umumnya adalah sutera. Teknik pembuatannya disebut tsumami, secara harfiah adalah mencubit, maknanya ‘mencubit’ sepotong kain persegi dengan dua jari lalu membentuknya.  Ini adalah sebuah teknik yang dikenal sejak Jaman Edo (1603 – 1868) di Jepang (sumber : wikipedia). Bunga-bunga itu kemudian dirangkai menjadi kanzashi yang artinya  adalah hiasan rambut para wanita di Jepang saat mereka menggunakan kimono, bentuknya disesuaikan dengan musim saat itu, kadang berbentuk bunga plum, lotus kupu kupu.

Resensi Novel Bidadari-Bidadari Surga

Gambar
Judul              : Bidadari-Bidadari Surga Hal                 : 365 Halaman Pengarang    : Tere Liye Penerbit       :  Republika Inilah novel yang membuat aku tergugu menahan tangis membacanya sejak dari bab pertama hingga akhir....agak berlebihan? Tapi itulah yang terjadi padaku, penulisnya membuat aku sukses memvisualisasikan kalimat demi kalimat menjadi hampir nyata dalam imajinasiku. Terlebih juga mungkin karena beberapa kejadian dalam novel ini lebih kurangnya pernah aku rasakan sendiri dalam kehidupanku.