Postingan

Dari air putih sampai lubang kacamata

Gambar
Akhir pekan kemarin aku bersama sepupu dan keponakan diundang salah seorang kerabat kami ke Kabupaten Lebong. Kabupaten Lebong sendiri adalah kabupaten pemekaran baru yang merupakan pecahan Kabupaten Rejang Lebong di Bengkulu. Walaupun aku dilahirkan dan dibesarkan di Bengkulu tapi aku belum pernah sekali pun berkunjung ke Lebong karena jaraknya cukup jauh dari kota propinsi sekitar 6 jam perjalanan dengan mobil. Hanya sedikit cerita yang aku ketahui tentang Daerah Lebong, bahwa dulu pernah ada penambangan emas terbesar di Indonesia sewaktu Belanda masih menjajah Indonesia, jadi karena penasaran undangan saudaraku itu langsung kusambut dengan antusias.

Ada cerita di musim duku tahun ini...

Gambar
Musim buah duku adalah musim yang paling aku nantikan sepanjang tahun, maklum saja sepanjang tahun pohon duku hanya berbuah satu kali dan biasanya musimnya dimulai setelah musim hujan berakhir. Tahun ini buah duku melimpah ruah. Aku yang sangat menggemari buah duku hampir tiap hari membelinya, apalagi harganya di Bengkulu lumayan murah hanya sekitar 4 – 5 ribu perkilo. Duku Jambi adalah favoritku dibandingkan dengan duku Muara Enim atau Rupit, karena buahnya besar dan sangat manis, juga tanpa biji! Wooww kebayang kan saat kita menguliti kulit buahnya dan di dalamnya terdapat daging buahnya yang putih jernih dan tanpa biji pula, huff aku biasanya langsung memasukkannya ke dalam mulut tanpa perlu memisah-misahkan bulir-bulirnya itu.

Sepuluh ribu buat si miskin dan si kaya

Gambar
Berikan masing-masing selembar uang sepuluh ribu rupiah kepada seorang miskin dan seorang kaya, maka dia akan menceritakan kisah yang berbeda... Sepuluh ribu bagi si miskin  Seorang ibu dengan seragam pegawai negeri sipil menghentikan becak yang lewat di depannya, karena sudah biasa naik becak maka ibu itu tidak menawar lagi harga ongkosnya. Rupanya si ibu minta diantarkan ke pasar yang tidak jauh letaknya dari kantornya, mungkin dia ingin berbelanja sayur untuk dimasak siang ini. Sampai di pasar yang dituju si ibu kemudian turun dan menyerahkan selembar uang sepuluh ribu yang sudah tidak baru lagi kepada Bapak penarik becak tersebut. Bapak tukang becak itu terkejut sambil berkata “uang kecil saja bu, saya baru keluar siang ini belum dapat penumpang, anak saya yang kecil tadi sakit…” Si ibu lalu merogoh saku bajunya mencari uang tiga ribu rupiah yang biasa dia bayar. Tapi rupanya ini tanggal muda, uang di dompetnya masih utuh dalam pecahan seratus ribu dan lima puluh ribuan. Bias...

Aku tak bisa menulis lagi...

Pokoknya aku harus menulis tekadku, apapun yang terjadi hari ini aku harus mulai menulis lagi hari ini, hari ini juga pikirku… Berkali-kali aku mencoba mengetikkan kalimat di papan keyboard tapi selalu berakhir dengan kebingungan. Aku tak tahu apa yang harus aku tulis, jemariku sama sekali tak ingin menari di atas keyboard. Kadang terbersit sekilas ide di otakku,  tapi semua berakhir dengan kebingungan yang sama ketika aku mulai menekan papan keyboard. Tidak ada cerita yang bisa kurangkai. Aku mencoba mengamati sekelilingku, menikmati kejadian-kejadian yang aku alami di jalan, di kantor bahkan di rumah saat sedang memasak dan bercengkrama dengan sahabatku, tapi semua tak meletupkan adrenalin di otakku untuk menulis. Aku putus asa… Aku kesal, marah pada diriku sendiri, mengapa tak sanggup mengatasi kesulitan menulis ini. Seingatku dulu aku pernah mengalami hal ini tapi tidak separah sekarang. Sudah beberapa bulan aku tak mampu menghasilkan tulisan sama sekali. Jadi disi...

Sesuatu itu bernama 'keadaan'...

Tak terasa masa-masa tugas belajarku sudah hampir habis, padahal baru kemarin rasanya mendaftar kuliah di Universitas Diponegoro, mengikuti perkuliahan dengan semangat, menikmati liburan dengan tenang sementara teman-teman kantor disibukkan oleh urusan kantor yang tidak ada habis-habisnya. Dua tahun berlalu sangat cepat, enggan rasanya kembali ke kantor, tapi tentu saja itu tidak mungkin karena sudah kewajiban sebagai seorang pegawai negeri setelah lulus kuliah harus kembali bertugas di kantor yang lama.

Book Your Blog, Too Good To Be True

Gambar
Lagi asik twitteran sore ini tidak sengaja aku terbaca hastag #bookyourblog di timelineku. Penasaran langsung aku menuju akun yang bersangkutan @leutikaprio , oo.. rupanya sedang ada event yang diselenggarakan penerbit leutika prio yang tujuannya adalah mengakomodir penulis yang ingin mempublikasikan karyanya dengan biaya sendiri atau lebih dikenal dengan self publishing. Wow, rasanya seperti menjawab mimpiku selama ini, dari dulu aku memang bercita-cita suatu hari nanti ingin membukukan semua tulisanku terutama yang berlabel my life . Walaupun belum banyak tulisan yang sudah aku hasilkan, tapi aku ingin jika aku meninggal nanti anak cucuku dapat membaca tulisan-tulisanku..(hmm...) Segera aku mengecek batas waktu penyelenggaraan even tersebut, syukurlah ternyata masih ada waktu lebih satu minggu karena pendaftaran akan ditutup tanggal 30 September 2011.

Dunia tak selebar layar ponsel

Gambar
Pada saat ponsel atau handphone pertama kali diluncurkan, sebagian kita mungkin berpikir untuk apa membeli barang yang tidak terlalu penting dengan harga semahal itu, hanya orang-orang berduit yang berprinsip waktu adalah uang yang merasa perlu membeli ponsel untuk memudahkan bisnis mereka. Tapi begitulah para produsen ponsel bertahun-tahun mendidik kita melalui iklan-iklan dan bermacam-macam propaganda tentang pentingnya sebuah ponsel, sampai akhirnya kita yang dulunya merasa asing dan tidak membutuhkan mulai merasa perlu lalu menjadi gaya hidup sampai akhirnya kecanduan ponsel! Sekarang rasanya lumrah saja jika melihat tukang becak atau tukang sayur asik bertelpon ria melalui ponsel sembari menunggu pelanggannya.