Postingan

Pohon salam di samping rumah

Gambar
Sebatang pohon salam tumbuh rindang di samping rumahku, daun-daunnya rimbun memberikan keteduhan. Setiap hari aku harus menyapu daun-daunnya yang kering berguguran. Dulu mama menanamnya untuk memakai daunnya sebagai obat, beberapa lembar daunnya ditambah dengan sepotong kunyit direbus, kemudian air rebusannya diminum setiap pagi. Dengan ramuan itu dulu mama berhasil mengobati penyakit asam uratnya. Bibit pohon salam itu didapat dari ibu kosku,  dan dengan tangan dinginnya mama berhasil menumbuhkan pohon salam yang tadinya hanya bibit yang sangat kecil hingga menjadi batang pohon yang besar dan rindang. Sayangnya dulu mama menanam pohonnya terlalu dekat ke tembok samping rumah, seiring waktu dahannya yang semakin bertambah rimbun mulai menyeberang ke atap rumah tetangga. Tetanggaku sendiri tidak pernah mengeluh walaupun selama ini mereka juga harus menyapu daun-daunnya yang kering setiap hari. Tapi aku merasa tidak enak karena pastilah tetanggaku sebenarnya cukup terganggu dengan...

Merapikan Kenangan

Selalu kucari cara agar kenangan-kenangan yang sudah lalu bersama orang tuaku bisa kurasakan lagi. Membongkar barang-barang peninggalan mereka adalah salah satu caraku menghidupkan kenangan bersama mereka, kali ini aku akan membongkar buffet besar di ruang tengah tempat buku-buku bapak dan beberapa perabotan milik mama dulu.

Sabang Nan Elok

Gambar
Tak lengkap rasanya kalau sudah ke Aceh tapi tidak mengunjungi Pulau Weh, pulau paling barat Indonesia dimana titik 0 kilometer bermulai. Maka setelah puas mengelilingi Kota Banda Aceh dan mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah, keesokan harinya kami bersiap-siap mengunjungi Pulau Weh. Pagi hari dengan menggunakan sepeda motor temanku kami menuju Pelabuhan Uleue leu, namanya sangat sulit kuucapkan tapi ternyata cara membacanya hanya ule le saja, kata temanku sambil berkelakar "tulisannya boros padahal bacanya pendek aja....". Kami menyempatkan sarapan di sana sembari menunggu kapal siap diberangkatkan.

Tanah Aceh Nan Perwira

Gambar
Sudah sangat lama aku ingin mengunjungi dua kota paling barat Indonesia yaitu Medan dan Banda Aceh, terlebih lagi Banda Aceh karena menurutku kota itu menyimpan sejarah yang cukup banyak, sejarah kepahlawanannya melawan Belanda dan juga kisah pilu yang ditinggalkan tsunami. Perjalananku dimulai dari Kota Medan, hari sudah menjelang petang ketika akhirnya aku menjejakkan kaki pertama kali di Bandara Internasional Polonia Medan. Agak terkejut aku menyaksikan begitu banyak toko di dalam bandara, suasana hiruk-pikuknya mengingatkanku pada stasiun kereta, ramai sekali.

Dari air putih sampai lubang kacamata

Gambar
Akhir pekan kemarin aku bersama sepupu dan keponakan diundang salah seorang kerabat kami ke Kabupaten Lebong. Kabupaten Lebong sendiri adalah kabupaten pemekaran baru yang merupakan pecahan Kabupaten Rejang Lebong di Bengkulu. Walaupun aku dilahirkan dan dibesarkan di Bengkulu tapi aku belum pernah sekali pun berkunjung ke Lebong karena jaraknya cukup jauh dari kota propinsi sekitar 6 jam perjalanan dengan mobil. Hanya sedikit cerita yang aku ketahui tentang Daerah Lebong, bahwa dulu pernah ada penambangan emas terbesar di Indonesia sewaktu Belanda masih menjajah Indonesia, jadi karena penasaran undangan saudaraku itu langsung kusambut dengan antusias.

Ada cerita di musim duku tahun ini...

Gambar
Musim buah duku adalah musim yang paling aku nantikan sepanjang tahun, maklum saja sepanjang tahun pohon duku hanya berbuah satu kali dan biasanya musimnya dimulai setelah musim hujan berakhir. Tahun ini buah duku melimpah ruah. Aku yang sangat menggemari buah duku hampir tiap hari membelinya, apalagi harganya di Bengkulu lumayan murah hanya sekitar 4 – 5 ribu perkilo. Duku Jambi adalah favoritku dibandingkan dengan duku Muara Enim atau Rupit, karena buahnya besar dan sangat manis, juga tanpa biji! Wooww kebayang kan saat kita menguliti kulit buahnya dan di dalamnya terdapat daging buahnya yang putih jernih dan tanpa biji pula, huff aku biasanya langsung memasukkannya ke dalam mulut tanpa perlu memisah-misahkan bulir-bulirnya itu.

Sepuluh ribu buat si miskin dan si kaya

Gambar
Berikan masing-masing selembar uang sepuluh ribu rupiah kepada seorang miskin dan seorang kaya, maka dia akan menceritakan kisah yang berbeda... Sepuluh ribu bagi si miskin  Seorang ibu dengan seragam pegawai negeri sipil menghentikan becak yang lewat di depannya, karena sudah biasa naik becak maka ibu itu tidak menawar lagi harga ongkosnya. Rupanya si ibu minta diantarkan ke pasar yang tidak jauh letaknya dari kantornya, mungkin dia ingin berbelanja sayur untuk dimasak siang ini. Sampai di pasar yang dituju si ibu kemudian turun dan menyerahkan selembar uang sepuluh ribu yang sudah tidak baru lagi kepada Bapak penarik becak tersebut. Bapak tukang becak itu terkejut sambil berkata “uang kecil saja bu, saya baru keluar siang ini belum dapat penumpang, anak saya yang kecil tadi sakit…” Si ibu lalu merogoh saku bajunya mencari uang tiga ribu rupiah yang biasa dia bayar. Tapi rupanya ini tanggal muda, uang di dompetnya masih utuh dalam pecahan seratus ribu dan lima puluh ribuan. Bias...