Postingan

Sesuatu itu bernama 'keadaan'...

Tak terasa masa-masa tugas belajarku sudah hampir habis, padahal baru kemarin rasanya mendaftar kuliah di Universitas Diponegoro, mengikuti perkuliahan dengan semangat, menikmati liburan dengan tenang sementara teman-teman kantor disibukkan oleh urusan kantor yang tidak ada habis-habisnya. Dua tahun berlalu sangat cepat, enggan rasanya kembali ke kantor, tapi tentu saja itu tidak mungkin karena sudah kewajiban sebagai seorang pegawai negeri setelah lulus kuliah harus kembali bertugas di kantor yang lama.

Book Your Blog, Too Good To Be True

Gambar
Lagi asik twitteran sore ini tidak sengaja aku terbaca hastag #bookyourblog di timelineku. Penasaran langsung aku menuju akun yang bersangkutan @leutikaprio , oo.. rupanya sedang ada event yang diselenggarakan penerbit leutika prio yang tujuannya adalah mengakomodir penulis yang ingin mempublikasikan karyanya dengan biaya sendiri atau lebih dikenal dengan self publishing. Wow, rasanya seperti menjawab mimpiku selama ini, dari dulu aku memang bercita-cita suatu hari nanti ingin membukukan semua tulisanku terutama yang berlabel my life . Walaupun belum banyak tulisan yang sudah aku hasilkan, tapi aku ingin jika aku meninggal nanti anak cucuku dapat membaca tulisan-tulisanku..(hmm...) Segera aku mengecek batas waktu penyelenggaraan even tersebut, syukurlah ternyata masih ada waktu lebih satu minggu karena pendaftaran akan ditutup tanggal 30 September 2011.

Dunia tak selebar layar ponsel

Gambar
Pada saat ponsel atau handphone pertama kali diluncurkan, sebagian kita mungkin berpikir untuk apa membeli barang yang tidak terlalu penting dengan harga semahal itu, hanya orang-orang berduit yang berprinsip waktu adalah uang yang merasa perlu membeli ponsel untuk memudahkan bisnis mereka. Tapi begitulah para produsen ponsel bertahun-tahun mendidik kita melalui iklan-iklan dan bermacam-macam propaganda tentang pentingnya sebuah ponsel, sampai akhirnya kita yang dulunya merasa asing dan tidak membutuhkan mulai merasa perlu lalu menjadi gaya hidup sampai akhirnya kecanduan ponsel! Sekarang rasanya lumrah saja jika melihat tukang becak atau tukang sayur asik bertelpon ria melalui ponsel sembari menunggu pelanggannya.

Look what technology has done to me….

Gambar
Saat bulan ramadhan seperti ini hal yang paling sering aku lakukan adalah beres-beres rumah, apalagi sekarang aku punya banyak waktu senggang karena sekolah sudah selesai dan juga belum harus masuk kantor karena belum diwisuda. Jadi kalau sedang tidak bermain-main dengan keponakan-keponakanku kesibukanku adalah memasak dan membereskan rumah. Hari ini jadwal membereskan dapur, tumpukan koran-koran bekas dan berbagai peralatan rumah tangga yang sudah rusak dan tidak terpakai sangat mengganggu pemandangan. Heran juga kenapa dulu mama suka sekali membeli barang pecah belah, dua lemari besar di dapur bahkan tidak cukup menampung koleksi piring dan gelas serta sendok mama yang bahkan diantaranya hampir belum pernah dipakai. Dulu  aku pernah bertanya kenapa mama beli piring dan gelas banyak-banyak, kan kita orangnya cuma sedikit? jawab mamaku “ biar kalo ada acara di rumah kita tidak perlu lagi meminjam ke tetangga” . Oh… ya sudahlah aku manggut-manggut saja.

Apakah kita sedang memandang bulan purnama yang sama?

Gambar
 Biasanya aku menghabiskan malam minggu atau malam-malam lainnya  di kamar kos yang sempit, bergelut dengan buku-buku yang berserakan dan tangan tak lepas menggenggam mouse, sambil mata menatap layar laptop. Tapi berhubung ujian proposal tesis telah berhasil aku lewatkan dengan hasil cukup memuaskan -karena aku mendapat nilai baik dari ke empat penguji- ingin rasanya aku merayakan lepasnya beban sementara ini.Aku mengajak kedua teman kosku untuk makan di tempat yang spesial malam itu, tidak di warteg atau nasi penyet langganan dekat kosan.

Dia yang tak terganti...

Tidak ada seorang manusiapun di dunia ini yang siap untuk dipisahkan oleh kematian dengan orang yang sangat dicintainya Apalagi jika kematian itu datang begitu mendadak, luka yang dtinggalkan akibat kepergiannya akan semakin berat. Menyaksikan artis Angelina Sondakh menangisi kematian suaminya Adjie Massaid hari ini mengusik luka yang selama 15 tahun ini tak pernah betul-betul mengering. Aku bukan fans kedua artis(atau politisi) tersebut, tidak pula mengenal siapa mereka, tetapi menyaksikan dari layar kaca kesedihan keluarga yang ditinggal pergi begitu mendadak membuat air mataku tumpah. Aku sangat mengerti dan sangat  mengenal rasa itu bertahun-tahun lalu. Bahkan lihatlah luka akibat kehilangan yang begitu mendadak itu masih mudah terusik hingga hari ini.

Di bangku panjang kami menanti...

Masa perkuliahan sudah selesai, tapi bukan berarti aku bisa menikmati liburan semester begitu saja. Proses bimbingan tesis mulai berjalan jadi aku masih harus bolak-balik kampus-kosan. Aku memutuskan menyelesaikan bimbingan sampai ujian proposal tesis selesai baru pulang kampung, karena biasanya kalau sudah di rumah dan bertemu dengan keponakan-keponakan yang lucu malas sekali rasanya untuk membuka-buka laptop dan menyelesaikan pekerjaanku. Tadinya Aku pikir tidak ada lagi tugas kuliah yang belum dikerjakan, semua sudah diselesaikan dan dikumpulkan tepat pada waktunya, tapi ternyata masih ada satu lagi tugas kelompok yang belum selesai. Masalahnya ternyata karena tidak semua teman mengerjakan tugas yang sudah dibagi, dan sepertinya teman-temanku itu juga tidak begitu peduli dengan tugas-tugas kuliah tersebut.Kecewa karena ini bukan pertama kalinya temanku (ada dua orang) berbuat seperti itu. Semester dua yang lalu pun kami sekelas nyaris tidak mendapat nilai karena mereka berdua belum ...